Progress Reformulasi Indeks P4GN BNN Ditinjau dari Perspektif Peneliti dan CEO PT Teknodata Inovasi Indonesia
Progress Reformulasi Indeks P4GN BNN Ditinjau dari Perspektif Peneliti dan CEO PT Teknodata Inovasi Indonesia
Dalam beberapa waktu terakhir, Transdisciplinary Institute bersama UI Center for Study of Governance and Administrative Reform (UI-CSGAR) telah melaporkan perkembangan signifikan terkait reformulasi Indeks Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada Biro Perencanaan Badan Narkotika Nasional (BNN). Proyek ini penting untuk mengubah paradigma pengukuran kinerja BNN dari tradisional menuju berbasis dampak (Outcome).
Sebagai peneliti aktif sekaligus CEO PT Teknodata Inovasi Indonesia yang menaungi Sekolah Stata dan Transdisciplinary Institute, saya memandang bahwa reformulasi indeks ini bukan hanya tentang angka, namun lebih pada kualitas data dan pengelolaan informasi untuk mendukung kebijakan yang efektif dan tepat sasaran.
Integrasi Multi-Stakeholder untuk Metodologi Pembobotan yang Valid
Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan pilihan utama dalam penentuan bobot indikator karena kemampuannya mengakomodasi berbagai perspektif pemangku kepentingan. Selain itu, pendekatan statistika seperti Principal Component Analysis (PCA) dan Unobserved Components Model (UCM) juga digunakan untuk memperkuat validitas analisis.
Memprioritaskan Aspek Sosial dan Ketahanan Masyarakat
Hasil investigasi menunjukka bahwa bobot tertinggi ditempati oleh Indeks Ketahanan Masyarakat (Dektamas) sebesar 33.5%, yang mencerminkan fokus pada aspek sosial dan pengurangan permintaan narkotika sebagai langkah preventif yang strategis.
Kesempatan untuk Pemerataan Sumber Daya dan Kebijakan Fokus Wilayah
Kajian ini juga menyoroti adanya kesenjangan kinerja antar wilayah, dengan skor terendah berada di wilayah Timur Indonesia, termasuk Papua, NTT, dan Maluku. Hal ini membuka peluang bagi kebijakan afirmatif dan pemerataan sumber daya guna meningkatkan efektivitas program P4GN nasional.
Rekomendasi Inovasi Berbasis Data untuk Kebijakan Masa Depan
Menguatkan SDM dan edukasi data menjadi prioritas agar setiap pengambil kebijakan mampu menggunakan data secara optimal. Dengan digitalisasi yang terus berkembang, kita harus memastikan penerapan analisis data mutakhir untuk memperkuat pembangunan sistem sosial yang adaptif dan responsif.
Semoga laporan ini menjadi pijakan bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk terus berinovasi dalam solusi pengurangan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Salam hangat dari saya, Muhammad Abdul Rohman, untuk seluruh pejuang perubahan yang mendambakan Indonesia lebih sehat dan berdaya.


Posting Komentar