Recap IHT Hari ke-2: Catatan dari Ruang Kelas tentang AI, Google Workspace, dan Kerja yang Lebih Masuk Akal
Halo, Sobat Stata! Hari kedua In House Training (IHT) Sekolah Stata, 13 Desember 2025, buat saya terasa cukup spesial. Kalau hari pertama lebih banyak membuka cara pandang, hari kedua ini rasanya seperti masuk ke dapur—melihat langsung bagaimana teknologi benar-benar dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Sejak pagi, suasana kelas sudah terasa beda.
Peserta datang bukan cuma bawa laptop, tapi juga bawa masalah nyata dari kantor: data yang berantakan, pekerjaan yang berulang, dan proses yang rasanya bisa dibuat lebih sederhana. Dan itu yang bikin diskusi jadi hidup.
Sesi dibuka oleh Pak Dendy Herdianto, Direktur Eksekutif Sekolah Stata, dengan topik pemanfaatan AI di Google Sheets. Saya melihat sendiri bagaimana peserta mulai “klik” ketika menyadari bahwa AI bukan sesuatu yang jauh atau ribet. Justru sebaliknya, AI bisa jadi asisten kerja—bantu analisis data, bantu ngerapihin informasi, dan bantu menghemat waktu.
Banyak ekspresi yang bilang, “loh, ternyata segampang ini ya.”
Saat giliran saya masuk sesi berikutnya, saya mencoba mengajak peserta mundur sebentar dan melihat gambaran besarnya. Menurut saya, masalah di banyak kantor bukan karena kekurangan tools, tapi karena tools-nya jalan sendiri-sendiri. Google Docs ada, Sheets ada, Slides ada—tapi nggak saling ngobrol.
Di sesi integrasi Google Workspace, saya ingin menunjukkan satu hal sederhana: kalau semua itu dirangkai dalam satu alur kerja, hasilnya bisa jauh lebih rapi dan efisien. Lewat demo langsung, kami bahas bagaimana data dari Sheets bisa mengalir ke Docs, dipresentasikan di Slides, lalu dijalankan otomatis lewat Google Apps Script.
Nggak ada trik aneh, nggak ada sistem mahal—hanya cara pakai yang lebih masuk akal.
Bagian yang paling saya nikmati adalah studi kasus otomasi slip gaji via email. Di sini teori benar-benar diuji. Peserta ikut membangun prosesnya pelan-pelan: data gaji di Sheets, template slip di Docs, lalu email terkirim otomatis lewat Script.
Saya melihat sendiri bagaimana peserta mulai membayangkan penerapannya di kantor masing-masing—terutama buat tim HR dan Keuangan yang tiap bulan berhadapan dengan pekerjaan repetitif.
Menjelang sesi penutup, saya menangkap satu kesan kuat: teknologi itu sebenarnya tidak harus rumit. Yang sering bikin rumit justru cara kita memakainya. Ketika pendekatannya tepat, teknologi bisa jadi alat bantu yang sangat manusiawi—membebaskan waktu kita untuk hal-hal yang lebih penting.
Hari kedua IHT ditutup dengan suasana optimis. Bukan karena materinya canggih, tapi karena peserta pulang dengan keyakinan, “ini bisa langsung saya pakai.” Dan bagi saya, itu indikator pelatihan yang berhasil.
Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah aktif, kritis, dan mau mencoba hal baru.
Semoga apa yang kita pelajari bersama tidak berhenti di ruang kelas, tapi benar-benar hidup di rutinitas kerja sehari-hari. Sampai bertemu di kesempatan berikutnya, Sobat Stata 🙌
---
Ingin IHT yang Relevan dengan Masalah Nyata di Kantor? Sekolah Stata membuka pelatihan custom—mulai dari olah data statistik (Stata, SPSS, R, Python) hingga otomasi kerja berbasis AI dan Google Workspace, disesuaikan dengan kebutuhan tim Anda.
📍 Indonesia Stock Exchange Tower 1 Level 3, Jakarta
📞 WhatsApp: +62 896-3662-2412
📧 info
🌐 https://sekolahstata.com


Posting Komentar